Tabung Gas Elpiji 3 Kg Langka, Harga Meroket, Warga Resah

0
132

PASANGKAYU, Jurnalsulbar.com – Tabung gas elpiji 3 kilogram sejak sebulan terakhir di Kabupaten Pasangkayu, Provinsi Sulawesi Barat langka, akibatnya harga tabung gas berwarna melon tersebut meroket hingga Rp 30.000 membuat warga menjadi resah.

Sejak sebulan terakhir tabung gas 3 kilogram di Kabupaten Pasangkayu langka, dari kelangkaan tersebut harga tabung berwarna melon tersebut yang biasanya dijual dengan harga sekitar rp 17.500 pertabung,  kini mulai meroket hingga rp 30.000 pertabung.

Kelangkaan tabung tersebut membuat warga kabupaten pasangkayu menjadi resah, pasalnya selain susah mendapatkan tabung yang disubsidi oleh pemerintah tersebut, harganyapun melonjak hingga mencapai Rp 30.000 di tingkat pengencer.

Sementara di pangkalan Epiji hanya dijatah sekitar 300 sampai dengan 500 tabung gas 3 kilogram dari distributor perminggu sehingga tidak memenuhi kebutuhan warga yang menggunakan elpiji di kabupaten pasangkayu.

Basri salah satu dari sekian pemilik pangkalan elpiji ukuran 3 kilogram mengaku menjual tabung 3 kilogram seharga rp 20.000 pertabung, sementara harga yang ditetapkan oleh pemerintah untuk pangkalan hanya berkisaran rp 17.500 pertabung.

“dijatah sekitar 300 sampai dengan 500 tabung gas 3 kilogram dari distributor perminggu sehingga tidak memenuhi kebutuhan warga, lebih lanjut basri mengatakan tabung 3 kilogram dijual dengan harga Rp 20.000 pertabung. Tegas basri

Terpisah wahidah, salah satu pangkalan lain mengaku tetap menjual elpiji 3 kilogram seharga rp 17. 500 pertabung sesuai dengan harga yang ditetapkan oleh pemerintah.

“saya jual Rp. 17.500 pertabung sesuai harga yang ditetapkan pemerintah, namun karena kita cuman dijatah 300 sampai 500 tabung perminggu sehingga pasokan gas elpiji 3 kg kurang dan bahkan tak mencukupi. Tegas wahidah.

Parahnya, dibulan puasa ini gas elpiji 3 kilogram yang umumnya digunakan masyarakat menengah kebawah ini semakin langkah dan susah didapatkan, namun hingga saat ini belum ada upaya yang terlihat dilakukan pihak pemerintah maupun pihak pertamina, sehingga warga kabupaten pasangkayu merasah resah dengan ulah pengencer yang seenaknya menaikaan harga elpiji. (Joni/JS)

LEAVE A REPLY