Sidang Korupsi, Mantan Kades Randomayang Kembali Duduk Dikursi Pesakitan

0
408
Ket Foto : Tampak Mantan Kades Rondomayang Kembali duduk dikursi pesakitan pengadilan Tipikor, pada perkara Korupsi DD.

MAMUJU, – Jurnalsulbar.com | Mantan Kades Randomayang Kecamatan Bambalamotu Kabupaten Pasangkayu, yang diketahui bernama Awal menjadi terdakawa pada kasus Korupsi Dana Desa ( DD ) tahun 2015 – 2016. Senin (28/5) kembali duduk dikursi pesakitan pengadilan Tipikor Mamuju.

Sidang yang diketuai Majelis Hakim, Beslin Sihombing, SH.MH. Agenda kali ini, pemeriksaan terdakwa dengan didampingi dua kuasa hukumnya. Dalam fakta persidangan, bahwa terdakwa pernah melakukan kegiatan pembukaan jalan kantong produksi se banyak tiga titik namun harga yang dibayarkan terjadi mark-up. Termasuk pembuatan palatdecker. Tidak hanya itu, pada pembayaran semen yang sebenarnya dalam DPA harga 75 Ribu per sak, namun yang dibayarkan kepada distributor bervariasi yakni 63 ribu sampai 65 ribu per saknya.

” Saudara bayar kan semen 63 ribu atau sampai 65 ribu persak kepada distributor. Namun yang ada dalam DPA saudara terdakwa harganya 75 ribu persak. Apa maksudnya itu apa,?” Tanya Ketua Majelis hakim Beslin Sihombing saat mencecar pertanyaan kepada terdakwa.

Dalam persidangan, terdakwa yang menggunakan baju kemeja warna kuning muda. Beberapa kali menjelaskan atas pertanyaan majelis dan JPU. Dihadapan majelis terdakwa Awal mengaku, bahwa proses pembayaran dan semua petunjuk dari konsultan yang mendampinginya yag diikat dengan kwitansi pembayaran. Awal juga menyesalkan, bahwa proses pekerjaan dalam desanya itu mengaku sudah sesuai dengan prosedur. Karena kata dia, semua apa yang dilakukan itu sudah sesuai dengan prosedur yang diberikan oleh BPMD Kabupaten Pasangkayu termasuk pendampingan konsultan.

” Saya ini tidak tau apa – apa yag mulia, apalagi proyek, semuanya dilakukan atas petunjuk dari BPMD. Ini sama saja kami dikorbankan. Saat kami kena persoalan semua sudah buang handuk,” katanya yang sedikit kecewa.

JPU pada perkara Korupsi DD, Ijak mengaku sidang hari ini mendengarkan keterangan terdakwa atas dakwaan yang dibacakan sebelumnnya. Dia mengaku, dalam dakwaan bahwa beberapa pembayaran yang dilakukan selama menjabat Kades pada pekerjaan yang menggunakan DD diduga Mark-Up termasuk sewa alat berat ( Excavator ).

Terpisah kuasa hukum terdakwa, Jack Z. Timbang, dari sidang kali ini setelah mendengarkan keterangan kliennya mengaku minggu depan akan membuktikan atas apa yang disampaikan oleh kliennya.

” Sidang berikutnya tanggal 7 Juni. Kami akan bawa bukti – bukti berdasarkan apa yang disampaikan oleh klien kami didepan majelis,” tutupnya.

Seperti diketahui, bahwa Korupsi Dana Desa ( DD ) di Kabupaten Pasangkayu dengan rentang waktu yang tidak bersamaan. Diketahui, sudah tiga orang Kades yang terjerat dengan hukum terkait kasus DD, bahkan sudah ada yang jatuh vonis. Tiga Kades itu, diantaranya Kades Karya Bersama, Kades Lariang dan Kades Randomayang.|Aji

Sumber : Pojokcelebes.com

LEAVE A REPLY