Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Mateng Demo Depan Kantor Bupati Tuntut Pelaku Pelecehan Seksual Ditahan

0
276

MATENG, – Jurnalsulbar.com || Puluhan pemuda Mateng dan mahasiswa demo didepan kantor Bupati Kabupaten Mamuju Tengah, Provinsi Sulawesi Barat. Menuntut pelaku dugaan pelecehan terhadap kaum perempuan yang bekerja disalah satu kantor Dinas Di Pemkab Kabupaten Mamuju Tengah untuk ditindak tegas.

Lambatnya proses penyidikan terhadap dugaan kasus pelecehan seksual yang di lakukan oleh oknum tenaga kontrak  berinisial HD0 di salah satu instansi pemerintahan di kabupaten mamuju tengah, membuat puluhan pemuda dan mahasiswa yang menamakan diri aliansi pemuda mateng turun kejalan melakukan aksi demo dan mendesak pemerintah serta pihak kepolisian untuk mengambil tindakan tegas.

Kasus pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh (HD) menurut massa yang melakukan aksi demo akan berdampak negatif dan mencoreng nama baik kabupaten mamuju tengah, dikarenakan pelaku dan korban yang berinisial (NH) ini adalah tenaga kontrak di salah satu dinas di pemda mateng.

Aksi demo untuk memperjuangkan hak perempuan ini dikawal ketat oleh pihak kepolisian dan mendapat respon positif dari pihak kepolisian polsek topoyo, dalam rangka memperjuangkan hak warga masyarakat terutama kaum perempuan.

Sementara pihak kepolisian mengaku tidak bisa bertindak semberono dalam mejalankan tugas apalagi langsung melakukan penahanan tanpa disertai alat bukti, apalagi langsung menahan (HD) sesuai dengan tuntutan pendemo. Penahanan terhadap seseorang harus sesuai dengan prosedur, hal tersebut disampaikan kapolsek topoyo saat menemui massa didepan kantor bupati mateng.

Abdul Rajab Kapolsek Topoyo  mengatakan, sulitnya mengungkap kasus asusila yang menimpa (NH)  dikarenakan saat kejadian tidak ada saksi mata, namun Abdul Rajab meminta agar massa bersabar karena saat ini pihak kepolisian tengah mengumpulkan alat bukti.

Massa baru mau membubarkan diri setelah wakil bupati mamuju tengah menerima beberapa perwakilan aksi. Selain itu, wakil bupati mamuju tengah mengatakan saat menemui massa masih menunggu keputusan dari aparat kepolisian, kalau terbukti  (HD) melakukan tindakan pelecehan terhadap perempuan pemerintah akan segera memberhentikan (HD) sebagai tenaga kontrak. (Dedi/Joni/JS)

LEAVE A REPLY