Dugaan Kongkalikong Pengadaan Benih Senilai 1,6 M di Dinas Pertanian Sulbar Diperiksa Kejaksaan

0
416
Ket Foto : Tampak Kantor Kejaksaan Negeri Mamuju Utara.

PASANGKAYU, – Jurnalsulbar.com || Dugaan kongkalikong pengadaan benih padi senilai 1,6 miliar yang bersumber dari dana APBN Tahun 2016 di Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Barat yang diduga melibatkan oknum pejabat dilingkup pemprov sulbar terus diperiksa oleh pihak Kejaksaan Negeri Mamuju Utara, Kabupaten Pasangkayu.

Tak tanggung – tanggung Kejaksaan Negeri Mamuju Utara, Kabupaten Pasangkayu melakukan pemeriksaan secara maraton terhadap 30 orang saksi yang juga diduga mengetahui pengadaan benih padi senilai 1,6 miliar yang diduga sarat kongkalikong tersebut.

Ket Foto : Kapidsus Kejari Matra Hijas Yunus.

Terendus dugaan adanya praktik kongkalikong dilingkup dinas pertanian provinsi sulawesi barat ini, setelah pihak kejaksaan melakukan penyelidikan terhadap penyaluran benih padi ke wilayah kabupaten pasangkayu. Menurut Kepala Tindak Pidana Kusus Kejaksaan Negeri Mamuju Utara Hijaz Yunus yang ditemui diruang kerjanya mengatakan, “dugaan adanya penyimpangan dalam pengadaan benih padi dengan terbitnya dua kontrak kerja yang dikerjakan satu perusahan.

Selain itu, Hijaz menjelaskan “benih padi sesudah penangkaran akan diberi lebel setelah dua minggu, dan kemudian disimpan di gudang UD Karia Mandiri di polewali selaku rekanan dan akan diedarkan pada agustus 2016 setelah dilakukan perhitungan dan dinyatakan cukup.

Namun berdasarkan hasil penyidikan yang dilakukan oleh pihak kejaksaan, Hijaz mengatakan, “Benih padi tersebut telah diedarkan sebelum bulan agustus di wilayah kabupaten pasangkayu, sehingga ada kerancuan dalam pengadaan benih padi ini. Mana mungkin bibit dikatakan cukup di gudang rekanan pada bulan agustus 2016 sementara benih telah beredar sebelumnya. Tutup Hijaz.

Ditanya soal apakah sudah ada tersangka yang ditetapkan dalam kasus ini, Hijaz menjelaskan calon tersangka ada, namun pihaknya belum bisa mejelaskan siapa nama calon tersangka yang dimaksud.  namun pihak kejaksaan hingga saat  ini masih terus melakukan pemeriksaan terhadap sak – saksi untuk melengkapi alat bukti. (Joni/JS)

LEAVE A REPLY