Lahan Dicaplok Masuk HGU, Warga Desa Lariang Seruduk Kantor BPN Pasangkayu

0
265
Ket Foto : Tampak Warga Desa Lariang Saat Masuk Kekanto BPN Pasangkayu.

PASANGKAYU, – Jurnalsulbar.com || Lahan dicaplok masuk wilayah HGU salah satu perusahan sawit, warga Desa Lariang, Kecamatan Tikke Raya, Kabupaten Pasangkayu, Provinsi Sulawesi Barat seruduk kantor Badan Pertanahan pasangkayu untuk meminta kejelasan dari kepala BPN.

Pencaplokan terhadap tujuh puluh persen wilayah desa lariang masuk dalam Hak Guna Usaha (HGU) PT Letawa membuat warga desa lariang akhir – akhir ini merasa resah. Betapa tidak, lahan yang digarap selama bertahun – tahun tersebut bahkan sudah ada yang disertifikatkan justru tiba – tiba dicaplok sebagai areal HGU.

Ket Foto : Tampak Beberapa Perwakilan Warga Diterima Kepala BPN Diruangannya.

Hal tersebut membuat warga desa lariang berang dan mendatangi kantor Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Pasangkayu meminta untuk dipertemukan langsung dengan kepala BPN. Setelah sempat ditemui oleh staff BPN akhirnya warga desa lariang ini diterima langsung oleh kepala BPN diruang kerjanya.

Walau sempat awak media dilarang oleh kepala bpn untuk mengambil gambar, namun akhirnya pertemuan dengan warga tersebut berjalan aman dan sepakat dengan kepala bpn agar warga dipertemukan dengan pihak perusahan perkebunan kelapa sawit PT Letawa.

Menanggapi keresahan warga desa lariang hingga mengeruduk kantor bpn, Budi Doyo kepala bpn pasangkayu mengatakan, “Telah menerima surat dari kepala desa lariang yang meminta agar pihak bpn mempertemukan pihak manajemn pt letawa dengan warga, namun karena kesibukan permintaan itu molor,  sehingga minggu depan warga dan pihak perusahan akan dipertemukan. Tegas Budi Kepala BPN.

Sementara warga yang lahannya dicaplok masuk kedalam wilayah hgu diminta oleh kepala bpn untuk melengkapi berkas atau foto copyan tanda bukti kepemelikan lahan, untuk kemudian dilaporkan dan diteliti.

Abd Rajad Yasim  warga desa lariang sesaat setelah melakukan pertemuan dengan pihak bpn mengatakan, “Kami hanya meminta kepala bpn agar warga difasilitasi dipertemukan dengan pihak perusahan Pt letawa karena selama ini warga merasa resah dengan pencaplokan wilayah yang selama ini dikelolah dan bahkan sudah bersertifikat tiba – tiba di cap sebagai hgu. Terang Rajad

Namun hingga berita ini diturunkan pihak letawa melalui cdo yang dihubungi untuk dikonfirmasi terkait pencaplokan hgu belum ada balasan. (Joni/JS)

LEAVE A REPLY