Tenaga Honor Demo Tolak Penerimaan CPNS di Pasangkayu, Jatuh Pingsan Saat Korlap Tengah Orasi

0
1042

PASANGKAYU, – Jurnalsulbar.com || Tenaga honor demo tolak penerimaan CPNS  dan meminta pemerintah untuk merevisi UU ASN di Kabupaten Pasangkayu, Provinsi Sulawesi Barat jatuh pingsan saat korlap tengah asik orasi didepan kantor DPRD Kabupaten Pasangkayu. Kamis, 20/9/18 siang.

Ket Foto : Tampak Tenaga Honorer Kab. Pasangkayu Demo Depan Kantor DPRD.

Ditengah teriknya matahari, ratusan tenaga honorer yang melakukan aksi demo menolak pengangkatan CPNS dan mendesak pemerintah segera merevisi UU ASN di depan kantor DPRD Kabupaten Pasangkayu jatuh pingsan ditengah kerumunan massa.

Akibat dari peristiwa tersebut, sempat membuat massa aksi panik dan menghentikan orasi beberapa saat karena harus mengevakuasi salah satu dari sekian peserta demo yang jatuh pinsan. Dalam aksi tersebut massa aksi menuntut pemerintah segera merevisi UU ASN dan menolak Peraturan MenPan RB Nomor 36 Tahun 2018.

Ket Fot : Tampak Ketum Adkasi Lukman Said Saat Menemui Massa Aksi.

Tak hanya itu, massa aksi ini juga meminta agar pengangkatan tenaga honorer honorer K2, non K2, Kontrak, pegawai tidak tetap dan pegawai tetap non PNS untuk diangkat menjadi PNS secara bertahap dan berkeadilan melalui formasi kusus dengan pertimbangan pengabdian selama puluhan tahun kepada Negara.

Demo baru mereda setelah Ketua Umum Asosiasi DPRD Seluruh Indonesia (ADKASI) Lukman Said menemui massa. Didepan para tenaga honorer Lukman Said menegaskan “Tenaga honorer jangan pernah bermimpi diangkat menjadi PNS apabila UU ASN tidak direvisi. Selain itu Lukman juga menegasakan, “Saya tengah berjuang ditingkat nasioanal agar UU ASN direvisi oleh pemerintah serta mengangkat tenaga honorer menjadi PNS secara bertahap. Terang Lukman.

Usai ditemui oleh Ketua DPRD Kabupaten Pasangkayu Lukman Said yang juga Ketua Umum Asosiasi DPRD Seluruh Indonesia (ADKASI)  ini kemudian  membubarkan diri dengan tertip, namun mereka mengancam akan kembali melalukan aksi yang lebih besar lagi apabila tuntutan mereka tidak dipenuhi. (Joni/JS)

LEAVE A REPLY