Caplok Lahan Warga Masuk Areal HGU PT Letawa, BPN Pasangkayu Diduga Nihil Data

0
401

PASANGKAYU, – Jurnalsulbar.com || Pencaplokan sejumlah lahan garapan masyarakat di Desa Lariang, Kecamatan Tikke Raya, Kabupaten Pasangkayu, Provinsi Sulawesi Barat oleh pihak Badan Pertanahan Nasional  (BPN) Pasangkayu diduga nihil data, sebab hingga isu ini mencuat kepublik pihak BPN belum bisa membuktikan batas wilayah HGU yang dimaksud.

Keresahan warga desa lariang akhir – alhir  ini cukup beralasan. betapa tidak, wilayah yang bahkan telah bersertifikat tersebut tak bisa lagi dijadikan agunan sebagai pinjaman kredit untuk tambahan modal usaha, dikarenakan lokasi yang dijadikan jaminan dan telah bersertifikat ini dicaplok pihak BPN sebagai areal HGU perkebunan kelapa sawit.

Namun sayang, keresahan warga atas pencaplokan wilayah tersebut tidak bisa dibuktikan oleh BPN, kuat dugaan pihak BPN Pasangkayu nihil data dikarenakan sebagian wilayah desa lariang yang dicaplok BPN sebagai HGU hanya dilihat berdasarkan foto satelit. hal tersebut dikemukakan warga desa lariang yang saat itu dipanggil melihat wilayah HGU lewat layar computer.

Saat dikonfirmasi terkait persoalan tersebut, pihak BPN Pasangkayu tidak bisa memperlihatkan bukti detail wilayah yang dicaplok sebagai HGU PT Letawa. Kepala BPN hanya meminta warga yang lokasinya dicaplok agar mempersiapkan bukti sertefikat dan surat – surat lainnya sebagai bukti kepemelikan lahan untuk diteliti kemudian dilaporkan ke kanwil. Tutur Budi Doyo Kepala BPN Pasangkayu.

Ditanya soal data tumpang tindih sertifikat, Kepala BPN justru menjelaskan, “HGU terbit sekitar tahun 1993 sehingga kuat dugaan ada warga yang mengajukan permohonan pembuatan sertifikat yang terbit karena saat itu belum ada peta yang memuat seluruh wilayah kabupaten pasangkayu, Lebih Lanjut Budi mengatakan, “Pemetaan baru disahkan pada tahun 2014 sehingga sangat mungkin ada sertifikat yang lolos permohonan. Tutupnya.

Sementara Abd Rajad Yasim warga desa lariang mengatakan, “Saya bersama warga lainnya telah meminta BPN untuk membuka peta HGU namun itu tak dilakukan oleh BPN dengan alasan dokumen Negara, sehingga saya dan kepala desa hanya diperlihatkan foto satelit yang disana ada dua garis yakni garis merah untuk wilayah HGU, garis biru diluar HGU, posisi desa lariang berada pada garis biru kata rajad yasim. (Joni/JS)

LEAVE A REPLY