Bupati Pasangkayu Dorong Percepatan Program Sertipikat Gratis

0
17

PASANGKAYU, – Jurnalsulbar.com || ADVERTORIAL || Realisasi program sertipikat gratis atau program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), menjadi salah satu perhatian serius Bupati Pasangkayu Agus Ambo Djiwa.

Bupati mendorong percepatan program nasional itu didaerahnya. Agar secepatnya terealisasi dan memenuhi target yang ditentukan, sebelum tahun 2018 ini berakhir. Bahkan bupati dua periode itu mengharap sudah bisa rampung dalam dua pekan kedepan.

Untuk hal tersebut, Agus Ambo Djiwa mengumpulkan semua Camat dan Kepala Desa (Kades) yang wilayahnya disasar oleh program ini. Juga membangun koordinasi dengan pihak BPN Pasangkayu untuk mengetahui sejauh mana perkembangan dan apa saja kendala yang dihadapi.

“Ini instruksi lansung dari Presiden, agar program PTSL ini bisa segera terealisasi. Makanya kami akan membantu pihak BPN untuk mengatasi setiap masalah yang dihadapi,” tegasnya, Jumat 26 Oktober.

Para Kades yang wilayahnya menjadi sasaran program ini diminta untuk proaktif mendata dan membangun kesadaran masyarakat agar mau segera mengikuti program itu. Bahkan jika perlu harus menerapkan sistem jemput bola.

Kepala BPN Pasangkayu Budi Doyo mengaku mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Bupati Pasangkayu. Ia menyebut keterlibatan Camat, dan Kades dalam menyukseskan program ini memang sangat dibutuhkan.

Menurutnya, salah satu kendala yang dihadapi dalam realisasi program ini yakni masih minimnya minat masyarakat untuk melakukan sertipikat lahan. Kemudian masih adanya bidang tanah yang ditinggal jauh oleh pemiliknya.

“Makanya kami memang sangat membutukan dukungan bapak Bupati melalui Camat dan Kadesnya untuk mendorong masyarakatnya agar mau mendaftarkan bidang tanahnya. Kami sudah melakukan pemetaan dan pendataan bidang tanah yang layak disertipikatkan,” terangnya.

Ia optimis target dua pekan yang diberikan oleh Bupati bisa terpenuhi, jika pelibatan Camat dan Kades bisa maksimal.

Sambung dia, tahun ini pihaknya diberi target sebanyak 10.900 lebih sertipikat. Peruntukan wilayah Desa Sarjo, Maponu, Letawa, Sarude, Tampaure, Bambaira, Kasoloang, dan Kaluku Nangka.

Hasil pemetaan potensi lahan untuk Desa Sarjo, Maponu, Letawa, Sarude, Tampaure,dan Bambaira, sebanyak 7.588 bidang tanah. Dari potensi itu baru sebanyak 1.293 bidang tanah yang proses penerbitan sertipikat.

“Lainnya sudah pemberkasan. Sementara untuk Desa Kasoloang dan Kaluku Nangka, kami baru sementara pemetaan dan pemberkasan,” pungkasnya. (HS/JS)

LEAVE A REPLY