Pemkot Gelontorkan Rp.903 ,5 Juta Untuk “Relawan Berbayar” di Kota Palu

0
216

PALU, – Jurnalsulbar.com || Sejak Masa Tanggap darurat hingga Masa transisi ,Pemerintah Kota Palu telah mengucurkan dana ratusan juta untuk uang lelah untuk para relawan dan buruh,hal tersebut tertuang dalam laporan Rekapitulasi pemasukan dan Pengeluaran Belanja dan bantuan Tanggap Darurat bencana Gempa,Tsunami dan Likuefaksi di Kota palu pada tahun 2018.

Dari total bantuan yang sudah masuk pertanggal 27 November 2018 silam,pemkot Palu telah menerima dana  sebesar Rp.5.651.426.984, sedangkan untuk berbagai kebutuhan, Pemkot membelanjakan uang bantuan tersebut sebanyak Rp.2.196.874.877.-

Menariknya,ada dana sekitar Rp 903,5  juta untuk uang lelah relawan dan buruh masuk dalam daftar pertanggung jawaban keuangan tersebut.

Pemkot juga mengeluarkan dana sebesar  Rp2,7 juta untuk keperluan alat tulis kantor dan foto Copy laporan, Rp98,2 juta.

Selain itu untuk memenuhi keperluan dapur umum di posko-posko pengungsi, Rp336,3 juta untuk untuk membeli peralatan pengungsi dan Rp657,6 juta digunakan untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak, Rp198,2 juta dipakai untuk membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk kendaraan operasional bencana.

Didi Bakran SH.M.Si selaku Koordinator Perencanaan dan Keuangan yang juga Kepala Inspektorat Kota palu mengatakan pembayaran itu masuk dalam laporan penggunaan uang bantuan tanggap darurat bencana, yang dikeluarkan melalui Pos Komando Transisi Darurat ke Pemulihan pasca bencana gempa, tsunami dan likuifaksi.

Dia membenarkan pembayaraan itu karena berdasarkan aturan badan nasional penanggulan bencana (BNPB).

“Bisa dibayarkan kepada orang bekerja ketika bencana,” katanya,seperti dilansir kantor Berita Antarasulteng.

Didi menjelaskan pembayaran itu berdasarkan nama-nama yang berada dalam surat keputusan (SK) Wali Kota Palu, baik mereka relawan dari pegawai negeri sipil (PNS) yang bekerja di luar tupoksinya, bukan PNS atau honorer hingga TNI.

“Mereka yang bekerja di Posko, bekerja siang dan malam untuk mengatur distribusi logistik,” kata Didi.***

Penulis : Heru

LEAVE A REPLY