Peluit Belum Ditiup KPU, Politik Jelang Pemilu 2019 di Pasangkayu Menggelinting Bagai Bola Panas

0
208

PASANGKAYU, – Jurnalsulbar.com || Peluit tanda pemilu serentak dimulai belum ditiup KPU, namun riak – riak politik jelang pemilu 2019 di Kabupaten Pasangkayu kian memanas. betapa tidak, belum lama ini perusakan APK capres nomor urut 1 mencuat ke publik, kini kasus rastra yang diduga ditunggangi politik juga tengah berproses di Bawaslu Kabupaten Pasangkayu.

Beberapa waktu lalu, seorang pemuda tanggung bernama Abdul Kadir warga Desa Randomayang, mendampingi Jawas dan Dewi pasangan suami isteri warga Dusun Salunggaluku 1 melaporkan dugaan pelanggaran pemilu ke bawaslu Kabupaten Pasangkayu.

Dengan menenteng beras rastra yang saat itu ditempeli stiker, terlihat diangkat Abdul Kadir keruangan Syamsuddin SH. Devisi HPP dan Sengketa Bawaslu Kabupaten Pasangkayu diikuti Dewi dan suaminya Jawas, sesaat sebelum dimintai keterangan ketiga pelapor ini kemudian diambil sumpahnya didepan petugas bawaslu.

Ket Foto : Terlihat Jawas dan Isterinya Dewi Sesaat Setelah Tiba Dikantor Bawaslu Dengan Membawa Salah Satu Barang Bukti.

Sementara Abdul Kadir, mengaku mendapatkan informasi dari jawas suami dewi, yang mengatakan ada pembagian beras rastra yang di barengi dengan pemberian stiker salah satu oknum caleg, setelah dicek ternyata benar ada stiker yang diikut sertakan saat pembagian beras tersebut. Terang Kadir.

Lebih lanjut kadir mengungkapkan, “Pembagian rastra yang dibarengi dengan pemberian stiker yang dilakukan oleh petugas PPS adalah sebuah pelanggaran. Berdasarkan temuan itu kami melaporkan oknum petugas PPS ke Bawaslu. Tegas Kadir.

Sementara Bawaslu hingga saat ini tengah mengusut kasus yang dilaporkan oleh ketiga warga yang di dampingi oleh abdul kadir.

Namun hingga kini, Lukman Said yang juga menjabat sebagai ketua DPRD kabupaten pasangkayu sampai saat ini belum bisa dikonfirmasi terkait dugaan adanya stiker miliknya yang di sebut – sebut diikut sertakan saat pembagian rastra di wilayah dusun salunggaluku 1.

Sementara Asriani sekretariat PPS yang ditemui beberapa waktu lalu, membantah semua tudingan pelapor, dengan nada tinggi asriani mengatakan, “Tidak ada bagi – bagi stiker saat warga mengambil beras rastra, bahkan dengan lantang asriani mengatakan siap membawa saksi – saksi penerima beras rastra ke kantor bawaslu untuk memberikan keterangan yang lebih jelas. Terangnya dengan nada tinggi. (Joni/JS)

LEAVE A REPLY