Pilpers Makin Dekat, Warga Suku Terasing Tolak Memilih Karena Permendagri 60

0
188

PASANGKAYU, – Jurnalsulbar.com || Pemilihan Calon Presiden dan Wakil Presiden sudah semakin dekat, namun warga suku terasing di wilayah perbatasan Kabupaten Pasangkayu, Provinsi Sulawesi Barat justru menolak ikut memilih karena diresahkan dengan keluarnya Permendagri 60 tahun 2018 tentang tapal batas.

Ribuan warga yang sebelumnya menolak permendagri 60 2018 yang mencaplok sebagian wilayah desa pakawa yang letaknya berada di wilayah utara sulbar di caplok oleh mendagri masuk ke wilayah sulawesi tengah membuat warga suku terasing berang, yang berujung pada aksi demo beberapa waktu lalu.

Tak hanya itu, dalam berbagai kesempatan sebanyak seribu tiga ratus wajib pilih di tempat tersebut dikabarkan akan golput pada pilpers mendatang atau tak memberikan hak pilihnya ketika permendagri 60 tersebut tak dicabut oleh mendagri. Selain itu warga juga mendesak pemerintah daerah kabupaten pasangkayu untuk bertindak dan tak menunggu bola.

Bahkan warga yang geram dengan permendagri 60 2018 kembali menuding pemerintah daerah kabupaten pasangkayu lemah dalam pengawalan wilayah perbatasan, padahal diwilayah tersebut ada tup down yang menandakan wilayah yang saat ini dicaplok mendagri sebagai wilayah kabupaten donggala adalah wilayah kabupaten pasangkayu.

Menanggapi polemik yang saat ini berkembang di masyarakat, Lukman Said Ketua DPRD Kabupaten Pasangkayu yang juga Ketua Umum Asosiasi DPRD Kabupaten Se-Indonesia meminta pemerintah daerah serius dalam mengawal polemik tapal batas ke mendagri. Lukman berharap ada surat edaran dari mendagri untuk menunda permendagri 60 2018 hingga pilpres usai agar semua warga dapat menyalurkan hak pilihnya pada pilpers mendatang”. Terang Lukman seusai bertemu dengan warga pakawa. (Joni/JS)

 

LEAVE A REPLY