Video : Puluhan Tahun Tak Ada Jembatan, Warga Salule’bo’ Gunakan Rakit Menyeberangi Sungai Berarus Deras

0
395

MATENG, – Jurnalsulbar.com || Miris, ditengah gencarnya pemerintah pusat meningkatkan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di berbagai daerah di tanah air di Kabupaten Mamuju Tengah, Provinsi Sulawesi Barat justru berbanding terbalik, selama puluhan tahun ribuan warga Desa Salule’bo’, Kecamatan Tobadak terpaksa menyeberangi sungai berarus deras menggunakan rakit.

Beginilah kondisi warga desa salule’bo yang harus rela menerobos derasnya arus sungai saat menyeberangi sungai dengan lebar kurang lebih 100 meter, mereka harus bertaruh nyawa selama puluhan tahun tanpa perhatian dari pemerintah. Padahal jarak desa salule’bo dengan ibu kota pemerintahan kabupaten mamuju tengah hanya berkisar 30 Km.

Tak hanya itu, warga yang akan menyeberang juga harus rela merogo kocek mereka sebesar Rp. 7500 sampai dengan Rp. 15.000 untuk satu kali menyeberang, sementara petani yang hendak menjual hasil bumi ke ibu kota kabupaten mamuju tengah harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk membayar pengemudi rakit.

Kondisi ini sudah dirasakan warga sekitar puluhan tahun silam, namun miirisnya hingga saat ini ribuan warga transimigrasi di wilayah tersebut harus menelan pil pait karena hingga hari ini tidak ada upaya yang dilakukan oleh pemerintah, padahal jalur ini adalah jalur alternatif warga menuju kota kabupaten karena jalan yang dibuat pemerintah saat ini kondisi rusak parah dan jaraknya yang sangat jauh untuk memutar.

Rustang warga salule’bo’ mengaku “jalur ini dugunakan ribuan warga desa salule’bo’ untuk menyeberang, namun kami harus membayar rakit untuk satu kali menyeberang mulai dari Rp.7500 sampai dengan 1p.15.000 tergantung kondisi air sungai dalam satu kali menyeberang. Terang Rustang.

Sementara Andi pemilik rakit mengaku mendapat penghasilan mulai dari Rp.500.000 sampai dengan Rp.1.500.000 perhari tergantung dari banyaknya warga yang menyeberang dan mengeluarkan hasil tani untuk di jual ke kota kabupaten.

“Pemasukan tergantung dari banyaknya warga yang menyeberang, kalau hari – hari biasa kadang Rp. 500.000 tapi kalau hari pasar atau pas banyak hasil panen yang warga mau jual ke pasar kadang penghasilan sampai Rp.1.000.000 perharinya pak. Tegas Andi. (Joni/JS)

LEAVE A REPLY