BPN Caplok Lahan Warga Lariang Masuk HGU PT Letawa Kembali Memanas

0
197

PASANGKAYU, – Jurnalsulbar.com || Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Pasangkayu, Provinsi Sulawesi Barat mencaplok sejumlah wilayah di Desa Lariang, Kecamatan Tikke Raya masuk dalam wilayah Hak Guna Usaha (HGU) PT Letawa salah satu perusahan perkebunan kelapa sawit ternama di wilayah utara sulbar, saat ini kembali memanas.

Karena resah dengan ulah BPN yang mencaplok sejumlah lahan milik warga masuk HGU, masyarakat desa lariang kemudian mendatangi kantor desa lariang beberapa waktu lalu untuk bertemu dengan pihak BPN dan Manajemen perusahan, sayangnya. pertemuan yang di jadwalkan akan di hadiri oleh bpn dan pihak manajemen perusahan tersebut hingga pertemuan usai tak satupun pihak dari bpn yang hadir. Sementara pihak perusahan perkebunan kelapa sawit PT Letawa hanya diwakili oleh salah seorang kariawan.

Padahal pertemuan yang seyogianya membahas tentang polemik pencaplokan sejumlah lahan perkebunan dan lokasi perumahan yang telah dikelola warga secara turun temurun sejak puluhan tahun silam tersebut, beberapa diantaranya telah bersertifikat.

Walau telah bersertifikat dan dikuasai sejak puluhan tahun silam, warga lariang ini terpaksa gigit jari, pasalnya sertifikat tanah yang mereka miliki tak bisa di jadikan jaminan di sejumlah bank di pasangkayu saat warga hendak mengajukan permohonan kredit karena wilayah desa lariang beberapa diantaranya dicaplok oleh BPN masuk peta HGU PT Letawa.

Karena tak ada titik terang dalam pertemuan tersebut, warga desa lariang kemudian membubarkan diri namun mengancam akan melakukan aksi yang lebih besar ke kantor bpn untuk memperjelas batas wilayah hgu milik pt letawa yang saat ini sangat meresahkan warga di desa lariang.

Firman Kepala Desa Lariang mengatakan, “Surat undangan telah dilayangkan ke pihak bpn dan perusahan bahkan menurutnya permintaan warga untuk duduk bersama dengan perusahan dan bpn sudah dilakukan sejak tahun 2018 kemarin namun hingga kini pihak bpn dan perusahan seolah – olah cuek dengan polemik yang terjadi dimasyarakat. Terang Firman Seusai melakukan pertemuan dengan warga.

Sementara pihak perusahan PT Letawa melalui CDO membantah telah mengutus perwakilan perusahan dalam pertemuan tersebut, “apa bila ada yang hadir dalam pertemuan tersebut itu adalah pribadi kariawan bukan utusan perusahan terang sigit melalui pesan singkat what sapp. (Joni/JS)