Demo Depan Kantor DPRD Sulbar, Massa Sebut Gubernur Tak Mampu Kelola Pendidikan

0
449

MAMUJU, – Jurnalsulbar.com || Demo yang mengatasnamakan Aliansi Perjuangan GTT dan PTT Provinsi Sulawesi Barat menuntut perbaikan upah, menuding Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar (ABM) tidak mampu mengelola pendidikan di Sulbar.

Selain itu, massa juga menuntut agar ABM mundur dari jabatannya beserta Kadis Pendidikan. hal tersebut disuarakan massa aksi di depan kantor DPRD Sulbar, Kamis, 29/8/2019.

Ketua Forum GTT dan PTT, Asrar menjelaskan, hingga kini kesejahteraan bagi GTT dan PTT di Sulbar sangat menyedihkan. Belum lagi gaji GTT dan PTT hanya dibayarkan Rp100 ribu per bulan.

Asras menuding, Pemerintah Sulbar tidak memiliki hati nurani terhadap kesejahteraan GTT dan PTT.

Anggaran yang dikelola sebanyak Rp 2 miliar untuk pendidikan menjadi pertanyaan massa aksi. Puluhan tahun para GTT dan PTT hingga kini mereka belum menerima gaji.

Bahkan kata Asras, terhitung selama tahun 2018-2019 ini, para GTT dan PTT belum menerima gaji dan SK “Miris bukan,” ucapnya, saat menggekar aksi demo.

Padahal, lanjut Asras, pemerintah sebagai penyelenggara pendidikan harus bertanggung jawab penuh, sebab merekalah yang diamanatkan oleh negara untuk memperbaiki dan memajukan pendidikan di daerah.

Aliansi Perjuangan GTT dan PTT yang terdiri dari GMNI Cabang Mamuju, PMII dan HMI Manakarra, IPM Mateng, Galung Institue, Ipmapus Sulbar ini menuntut agar SK GTT dan PTT segera diterbitkan, angaran gaji untuk GTT dan PTT disahkan sesuai jumlah SK sebanyak 3700, menuntut DPR agar tidak membahas anggaran Dinas Pendidikan sebelum adanya kejelasan nominal gaji GTT dan PTT.

Mereka meminta boikot paripurna DPRD atau memberikan catatan kepada dinas pendidikan, meminta DPRD melindungi GTT dan PTT yang melakukan aksi mogok mengajar, menuntut BPK mengadakan emergency audit untuk tahun anggaran 2018, mengecam Gubernur Sulbar yang tidak berempati terhadap dunia pendidikan dan copot Kadis Pendidikan jika tidak mampu menyelesaikan persoalan GTT dan PTT. (usman)