Jalur Trans Makassar Toraja Tak Aman, Bis Primadona Dilempar Batu OTK

0
4209

ENREKANG, – Jurnalsulbar.com ||Jalur Trans Sulawesi lintas tengah yang menghubungakan Kabupaten Tana – Toraja dengan Kota Makassar, Sulawesi Selatan mulai tidak aman dilalui kendaraan, tepat jumat, 11/10/2019 sekitar pukul 01 : 30 wita, Bis Primadona tujuan Toraja mendapat teror lemparan batu yang mengenai kaca samping hingga pecah oleh orang tak dikenal membuat sejumlah penumpang panik.

Ket Foto : Kaca Bis Primadona Usai Dilempari Berhamburan Dilantai

Kejadian pelemparan batu oleh OTK tersebut, terjadi di wilayah Maruangin Kabupaten Enrekang, tepatnya di Depan pondok pesantren moderen rahmathul Asri.

Bis Primadona dengan no plat DD 7566 AB yang dikemudikan oleh Ranta, mengalami pecah  kaca samping kiri dan berlubang sekitar kurang lebih 30 cm akibat hantaman batu.

Ket Foto : Batu Yang Diduga Digunakan Oleh OTK Untuk Melempar Bis Primadona.

Yahya salah satu penumpang bis Primadona yang duduk tepat dikursi nomor urut 9 – 10 yang terkena lemparan batu secara tiba – tiba tersebut mengaku kaget.

“Saat terjadi lemparan batu saya sangat kaget, saya kira telah terjadi kecelakaan, ternyata kaca samping tempat saya duduk pecah akibat lemparan batu, saya langsung ambil selimut untuk menghindari pecahan kaca  dan langsung berdiri pindah ke kursi lain,” terang yahya.

Sementara Albert yang juga berada dalam mobil tersebut mengatakan,  kejadiannya sangat cepat, saat lemparan terjadi bunyi dentuman sangat keras bunyinya sama persis saat terjadi tabrakan gitu.

“Saya sangat kaget atas kejadian pelemparan batu terhadap bis umum, untung tidak ada korban yang terkena lemparan batu, karena batu yang kena kaca memantul ke kursi dan hanya mengenai  tangan salah satu penumpang yang duduk dikursi urutan 19 – 20,” ungkap Albert, yang juga seorang Jurnalis.

Kejadian pelemparan batu terhadap bis yang melintas menurut kondektur bis Primadona sudah sering terjadi di wilayah maruangin.

“Sebelumnya juga ada beberapa bis menuju ke Toraja yang terkena lemparan batu, namun sayang semuanya berlalu begitu saja tanpa ada proses hukum,” ucap kondektur bis primadona.

Saat ditanya untuk segera melapor ke Polsek terdekat, kondektur bis ini  merasa pesimis terhadap laporannya sehinggah bis Primadona memilih langsung melanjutkan perjalanan sesaat setelah usai menempel lakban pada kaca mobil yang pecah akibat lemparan batu.

Para penumpang bis Primadona yang ikut dalam bis tersebut  berharap kepada aparat penegak hukum agar kasus seperti itu tidak terulang lagi kepada bis – bis yang lainnya karena ini menyangkut keseoamatan orang banyak.(ALB/JS)