Diduga Didorong Teman Kelasnya, Ulan Jatuh Tersungkur Ketembok, Kepala Terpaksa Dijahit

0
37
Ket Foto : Ulandari Saat Mendapat Pertolongan Medis di RSUD Benteng Mamuju.

MATENG, – Jurnalsulbar.com || Ulandari bocah umur 11 Tahun murid kelas 4 SDN Ngapaboa, Desa Topoyo, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah, Provinsi Sulawesi Barat,  mengalami luka cukup serius dibagian dahi kiri serta luka lecet pada kening diduga akibat terbentur tembok karena di dorong teman kelasnya, Senin, 15/10/2019.

Akibat dari peristiwa tersebut, ulandari mengalami pendarahan pada bagian dahinya sehingga dirinya terpaksa dilarikan kerumah sakit umum benteng mamuju untuk mendapatkan perawatan dari tim medis.

Dari keterangan yang dihimpun dilapangan ulandari mengakatan, “saat keluar main wali kelas sedang menjalankan shalat ashar.

“Saya dalam kelas di kejar saman teman namun tiba-tiba tanpa sengaja saya didorong sama anisa  dari belakan sehingga saya terjatuh hingga membentur tembok. Terang Ulan.

Sementara Pak Ambo Ake Wali Kelas 4 yang melihat ulandari mengalami pendarahan dibagian kepala langsung melarikan siswanya tersebut ke rumah sakit terdekat.

Ambo Ake, mengatakan, bahwa kejadian tersebut kami tak melihatnya secara langsung, namun setelah ada laporan dari teman kelas ulandari para guru yang bertugas pada  jam kedua lansung menolong ulandari dan kemudian menghubungi orang tua korban.

“Kejadian tersebut sangat cepat, sehingga sempat membuat para guru panik. Tegas Ambo Ake.

Terpisah Tazia dan rekannya Burhanuddin yang menangani ulandari menjelaskan bahwa luka yang dialami oleh ulan cukup serius namun masih bisa di atasi, walau terbentur ke tembok kepala ulan  baik – baik saja.

Walau begitu, luka sobek akibat benturan yang dialami oleh ulan mendapat tujuh jaitan.

Sulaiman orang tua Ulandari berharap Kepala sekolah bersama wali kelas untuk meningkatkan pengawasan dan pencegahan agar kejadian serupa tak terulang lagi.

“Pagar dan pekarangan sekolah seharusnya kembali ditata karena banyaknya pot bunga  di sekolah yang dibiarkan begitu saja oleh pihak sekolah, belum lagi bangunan MCK yang ada di depan sekolah mempersempit ruang bermain para siswa. Tegas Sulaiman.

Lebih lanjut sulaiman yang juga selaku orang tua siswi berharap anak – anak yang sekolah dan menimba ilmu di SDN 4 tersebut bisa nyaman belajar agar orang tua tak was-was melepaskan anaknya untuk bersekolah. (SUL/JS)