Mamuju, Jurnalsulbar.com — Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menggelar dzikir dan doa bersama di Rumah Jabatan Gubernur Sulbar, Minggu malam 10 Mei 2026. Kegiatan digelar sederhana ini bersamaan dengan syukuran Hari Ulang Tahun ke-64 Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK).
Suasana khidmat terlihat sejak awal kegiatan yang diawali dengan shalat Magrib berjamaah bersama jajaran Pemerintah Provinsi Sulbar.
Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Provinsi Sulbar Junda Maulana, para Asisten Setda Provinsi Sulbar, staf ahli gubernur, kepala perangkat daerah, kepala biro, tim ahli gubernur dan wakil gubernur, direktur UPTD RSUD Provinsi Sulbar, hingga pejabat administrator lingkup Pemprov Sulbar.
Setelah shalat berjamaah, kegiatan dilanjutkan dengan dzikir dan doa bersama yang dipimpin oleh KH. Abdul Syahid Rasyid. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ceramah islami yang dibawakan oleh Muhammad Abi Ihyah.
Gubernur Sulbar Suhardi Duka mengajak seluruh peserta untuk menjadikan momentum dzikir bersama sebagai sarana introspeksi diri dan memperbanyak rasa syukur atas nikmat kehidupan yang diberikan Allah SWT.
“Sebaiknya kita mengetahui dari mana kita datang, kemudian kita juga harus mengetahui dan memahami ke mana kita pergi. Saya kira semua manusia tidak ada yang suci, pasti melalui proses, ada khilaf dan salah. Olehnya itu, maka kita selalu bertobat,” ujar Suhardi Duka.
Ia menuturkan, dzikir dan doa bersama tersebut merupakan bentuk rasa syukur atas nikmat hidup, usia, kesehatan, hingga amanah jabatan yang diberikan.
“Malam ini kita berdzikir bersama. Pertama untuk mensyukuri nikmat yang telah kita dapat, nikmat hidup, nikmat jabatan dan nikmat usia,” katanya.
Suhardi Duka juga berharap di sisa usia yang dimiliki, dirinya bersama seluruh jajaran pemerintahan dapat menjadi pribadi yang lebih bermanfaat bagi masyarakat.
“Dan juga berdoa supaya di sisa usia kita bisa lebih bermanfaat. Mungkin kalau sebelumnya usia-usia terdahulu kita masih belok-belok, di usia terakhir ini harus lurus-lurus,” ucapnya.
Ia pun mengajak seluruh peserta untuk menyimak ceramah agama yang disampaikan sebagai bekal memperkuat spiritualitas dan memperbaiki diri menuju akhir kehidupan yang husnul khatimah.
Kegiatan dzikir dan doa bersama tersebut kemudian ditutup dengan shalat Isya berjamaah dan santap malam bersama seluruh tamu undangan. (Rls)






