Mamuju, Jurnalsulbar.com — Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, menegaskan bahwa investasi terbaik bagi Sulawesi Barat saat ini adalah investasi melalui program transmigrasi. Menurutnya, skema transmigrasi yang dijalankan pemerintah saat ini jauh berbeda dibandingkan puluhan tahun lalu dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat lokal.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Sulbar Suhardi Duka saat menggelar rapat dengan para kepala OPD lingkup Pemprov Sulbar usai menggelar Rapat Kerja Daerah bersama dengan para kepala daerah se-Sulbar via virtual di Ballroom Andi Depu Kantor Gubernur Sulbar, Selasa 20 Januari 2025.
Ia menjelaskan bahwa program transmigrasi kini menerapkan komposisi 50 persen transmigran lokal dan 50 persen transmigran dari luar daerah, sehingga peluang bagi masyarakat Sulbar, khususnya keluarga miskin, menjadi jauh lebih besar.
“Yang paling bagus adalah investasi yang dilakukan pemerintah saat ini adalah transmigrasi. Transmigrasi ini penting,” ujar Suhardi Duka.
Ia membandingkan dengan pola transmigrasi di masa lalu yang dinilai kurang berpihak pada daerah penerima. Saat itu, masyarakat lokal hanya memperoleh sekitar 15 persen kuota, bahkan sebagian besar diisi oleh transmigran dari provinsi lain.
“Dulu kita hanya dapat 15 persen. Itu pun banyak dari Sulawesi Selatan, dari Gowa, dari Bone. Daerah kita paling dapat lima kepala keluarga saja. Sekarang sudah 50 banding 50,” jelasnya.
Gubernur SDK menambahkan, transmigrasi juga merupakan investasi besar dari negara, karena didukung dengan penyediaan lahan, infrastruktur dasar, serta fasilitas pendukung kehidupan masyarakat.
“Fasilitas transmigrasi itu besar. Dengan skema ini, orang-orang miskin kita bisa masuk transmigrasi, dan itu bisa menjadi solusi nyata untuk meningkatkan kesejahteraan,” tegasnya.
Oleh karena itu, Suhardi Duka menekankan pentingnya mendorong dan mengoptimalkan program transmigrasi sebagai bagian dari strategi pembangunan daerah dan pengentasan kemiskinan di Sulawesi Barat.
“Ini investasi yang sangat bagus, dan harus kita dorong,” pungkasnya.
Sekedar diketahui, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Transmigrasi juga telah meninjau dua lokasi rencana pembangunan Mess Patriot Transmigrasi di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.
Dua lokasi yang ditinjau yakni lahan aset Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di kawasan wisata Gentungan, Kecamatan Kalukku, seluas sekitar 5 hektare, serta lokasi alternatif di Dusun Bebangan, Kecamatan Kalukku, yang berada di jalur Trans Sulawesi.
Mess Patriot Transmigrasi tersebut direncanakan menjadi pusat kegiatan penelitian, pendidikan, dan pengembangan kawasan transmigrasi, yang akan dimanfaatkan oleh mahasiswa penerima Beasiswa Patriot, peneliti, serta tim Ekspedisi Patriot. (Rls)






