Mamuju, Jurnalsulbar.com – Gangguan penglihatan dapat muncul secara perlahan dan kerap tidak disadari masyarakat. Kondisi tersebut membuat kesadaran untuk melakukan deteksi dini menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan mata.
Pesan itu mengemuka dalam Dialog Interaktif “Indonesia Sehat” yang digelar bersama RRI Mamuju, Jumat (2/10/2026). Mengangkat tema “Jangan Abaikan Kesehatan Mata! Deteksi Dini, Cegah Gangguan Penglihatan”, dialog tersebut menghadirkan Dokter Spesialis Mata RSUD Provinsi Sulawesi Barat dr. Agung Pratama Putra, serta Wahida, Fungsional Administrator Kesehatan Ahli Madya DKPPKB Sulawesi Barat.
Dialog dipandu Host RRI Mamuju Nita Wahyuni dan disiarkan melalui RRI Mamuju serta kanal digital RRI. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya memperluas edukasi kesehatan kepada masyarakat, khususnya mengenai pentingnya mengenali gangguan penglihatan sejak dini.
Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim secara terpisah mengatakan, kesehatan mata perlu mendapat perhatian karena penglihatan memiliki peran penting dalam aktivitas sehari-hari dan kualitas hidup masyarakat.
“Kesehatan mata merupakan bagian penting dari kualitas hidup. Masyarakat perlu mengenali perubahan atau keluhan pada penglihatan dan tidak menunda pemeriksaan ketika membutuhkan pelayanan kesehatan,” kata Nursyamsi.
Menurut dia, pembangunan kesehatan tidak cukup hanya mengandalkan pelayanan ketika masyarakat sudah mengalami gangguan kesehatan. Upaya promotif dan preventif, termasuk edukasi dan deteksi dini, perlu terus diperkuat.
“Kita ingin masyarakat semakin sadar bahwa menjaga kesehatan bukan hanya dilakukan ketika sakit. Mengenali risiko, melakukan pemeriksaan dan mendapatkan informasi yang benar merupakan bagian dari pencegahan,” ujarnya.
Nursyamsi mengatakan, pemanfaatan media komunikasi publik menjadi salah satu cara untuk mendekatkan informasi kesehatan kepada masyarakat.
Dialog interaktif bersama RRI, kata dia, memberikan ruang bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi sekaligus menyampaikan pertanyaan secara langsung kepada tenaga kesehatan.
Pendekatan tersebut sejalan dengan penguatan komunikasi dan edukasi kesehatan yang dilakukan DKPPKB Sulawesi Barat melalui berbagai kanal, termasuk Promkes Siola.
Informasi kesehatan diharapkan tidak berhenti pada penyampaian pesan, tetapi dapat mendorong perubahan perilaku masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan diri dan keluarga.
Dalam dialog tersebut, dr. Agung Pratama Putra memberikan penjelasan mengenai kesehatan mata dari perspektif medis. Masyarakat juga diajak tidak mengabaikan berbagai perubahan pada penglihatan. Keluhan seperti penglihatan buram, kesulitan melihat dengan jelas atau kondisi lain yang mengganggu aktivitas sehari-hari perlu diperhatikan dan, bila diperlukan, diperiksakan kepada tenaga kesehatan.
Sementara itu, Wahida menekankan pentingnya memperkuat literasi kesehatan masyarakat agar informasi mengenai kesehatan mata dapat dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Penguatan edukasi kesehatan masyarakat merupakan bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang sehat dan produktif.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, menempatkan peningkatan kualitas pelayanan publik dan pembangunan manusia sebagai bagian dari agenda pembangunan daerah. Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat saat ini menggunakan visi “Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera” dalam komunikasi pembangunan daerah.






