Biro Organisasi Setda Sulbar Mantapkan Persiapan Monev Kinerja Triwulan I Tahun 2026

Mamuju, Jurnalsulbar.com – Dalam rangka meningkatkan kualitas akuntabilitas kinerja dan memastikan terlaksananya tata kelola pemerintahan yang efektif, Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Barat (Setda Sulbar) menggelar kegiatan pendampingan Rencana Aksi Perangkat Daerah untuk Persiapan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kinerja Triwulan I Tahun 2026.

Rapat dilaksanakan di Ruang Kerja Bagian Reformasi Birokrasi dan Akuntabilitas Kinerja, Selasa 21 April 2026. Monev Rencana Aksi sejalan dengan arahan Gubernur Sulbar Suhardi Duka (SDK), yang menekankan penguatan tata kelola pemerintahan yang baik dan akuntabel serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Bacaan Lainnya

Pertemuan ini diikuti oleh perwakilan seluruh perangkat daerah lingkup Pemprov Sulbar. Kegiatan difokuskan pada persiapan mendalam menghadapi Monev Kinerja Triwulan I Tahun 2026.

Nuzululhiah Thamrin, yang bertindak sebagai tim pendamping rencana aksi perangkat daerah, memimpin jalannya verifikasi dokumen rencana aksi. Pendampingan teknis ini bertujuan untuk menyelaraskan capaian kinerja dengan target yang telah ditetapkan, serta memastikan perangkat daerah telah menyusun rencana aksi yang konkret dan terukur.

“Kegiatan ini untuk memotret progres kerja di triwulan pertama. Tim pendamping memastikan bahwa rencana aksi yang disusun telah sesuai dengan indikator sasaran, serta mampu dipertanggungjawabkan akuntabilitasnya,” ujar Nuzululhiah di sela-sela kegiatan.

Melalui persiapan monev ini, Biro Organisasi Setda Sulbar berkomitmen untuk terus mendorong perbaikan tata kelola pemerintahan yang partisipatif, responsif, dan akuntabel di Sulbar. Monev Triwulan I direncanakan akan menjadi acuan penting untuk perbaikan kinerja pada triwulan berikutnya.

‘’Kegiatan ini berjalan dengan konstruktif, kami menyampaikan kepada seluruh perwakilan perangkat daerah yang hadir untuk melakukan asistensi, validasi, dan sinkronisasi data terkait rencana aksi reformasi birokrasi dan kinerja organisasi,’’ ujar Nuzul. (Rls)

Pos terkait