Mamuju, Jurnalsulbar.com — Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat terus mengintensifkan upaya promotif dan preventif dalam pengendalian penyakit tidak menular, khususnya diabetes melitus. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui dialog interaktif bertema “Diabetes: Cek Gula Darah Sekarang, Cegah Penyesalan di Masa Depan” yang disiarkan melalui RRI Mamuju, Jumat 17 April 2026.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dr. Asra Nur selaku Ketua Tim Kerja Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan Dwi Mulyana, Epidemiolog DKPPKB Sulbar, serta dipandu oleh host RRI Mamuju, Dwita Ardiyana.
Dalam dialog tersebut disampaikan bahwa diabetes merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi ancaman serius karena sering tidak terdeteksi sejak dini. Data menunjukkan tren prevalensi diabetes di Indonesia terus meningkat, bahkan mencapai 11,7 persen pada tahun 2023. Kondisi ini menjadikan diabetes sebagai salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia.
Dalam pemaparannya, dr. Asra Nur menjelaskan bahwa gejala khas diabetes yang dikenal dengan istilah “3P”, yaitu poliuri (sering buang air kecil), polidipsi (sering haus), dan polifagi (sering lapar), seringkali tidak disadari oleh masyarakat.
“Diabetes sering disebut sebagai silent killer karena gejalanya tidak selalu muncul secara jelas di awal. Oleh karena itu, penting untuk melakukan deteksi dini melalui pemeriksaan gula darah secara rutin,” ujarnya.
Selain itu, masyarakat juga didorong untuk menerapkan pola hidup sehat melalui strategi “CERDIK”, antara lain cek kesehatan secara rutin, enyahkan asap rokok, rajin aktivitas fisik, diet sehat dan seimbang, istirahat cukup, serta kelola stres dengan baik.
Langkah ini sejalan dengan arahan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, dalam mewujudkan visi Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera, khususnya melalui penguatan kesehatan masyarakat sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.
Secara terpisah, Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan bahwa edukasi kepada masyarakat menjadi kunci utama dalam pengendalian penyakit tidak menular.
“Pencegahan adalah langkah paling efektif. Dengan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan skrining sejak dini dan menerapkan pola hidup sehat, kita dapat menekan angka kejadian diabetes serta mencegah komplikasi yang lebih serius,” ungkapnya.






