Mamuju, Jurnalsulbar.com — Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Provinsi Sulawesi Barat melalui UPTD Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) terus melakukan pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) guna menjaga produksi padi tetap optimal. Upaya ini merupakan bentuk dukungan terhadap Program Swasembada Pangan serta Panca Daya Gubernur Sulbar, Suhardi Duka (SDK).
Melalui Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), kegiatan Gerakan Pengendalian (GERDAL) OPT penggerek batang padi dilaksanakan pada areal seluas 12 hektare di dua kelompok tani, yakni Poktan Serumpun Desa Papalang dan Poktan Karya Tani Desa Bonda, Kecamatan Papalang, Kabupaten Mamuju, pada Kamis 16 April 2026.
Kegiatan ini dilakukan menyusul hasil pengamatan lapangan yang menunjukkan intensitas serangan penggerek batang padi mencapai rata-rata 13 persen. Jika tidak segera dikendalikan, serangan ini berpotensi menimbulkan kerusakan serius dan menurunkan hasil panen petani. Oleh karena itu, pengendalian dilakukan secara serentak dengan dukungan bantuan pestisida kimia berbahan aktif dimehipo.
Penanggung Jawab LPHP Salugatta, Sukri, menjelaskan bahwa pengendalian dilakukan secara terpadu dengan melibatkan petani dan penyuluh pertanian lapangan (PPL). Ia juga menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap gejala awal serangan hama.
“Gejala awal yang perlu diwaspadai adalah sundep, yaitu anakan padi yang layu dan kering pada fase vegetatif, serta beluk, yakni malai yang keluar berwarna putih atau kosong pada fase generatif,” jelas Sukri.
Sukri juga menyampaikan, selain penggunaan insektisida, petani juga perlu menerapkan teknik pengendalian lainnya.
“Pengendalian tidak hanya mengandalkan bahan kimia. Petani juga perlu melakukan cara-cara mekanis seperti mengumpulkan kelompok telur penggerek batang di lapangan, serta menerapkan budidaya yang baik seperti penanaman serempak dan tidak menanam padi terlalu rapat,” ucapnya.
Ia menambahkan, setelah pelaksanaan GERDAL, petugas akan terus melakukan pemantauan perkembangan hama di lapangan guna memastikan efektivitas pengendalian.
Sementara itu, Kepala DTPHP Provinsi Sulawesi Barat, Hamdani Hamdi, berharap kegiatan GERDAL ini mampu mengamankan produksi padi petani dari ancaman hama penggerek batang yang bersifat endemis.
“Kami berharap kegiatan ini dapat melindungi potensi hasil panen petani sehingga kerugian akibat serangan hama dapat diminimalkan. Pengendalian yang cepat dan terpadu menjadi kunci dalam menjaga stabilitas produksi pangan di daerah,” pungkas Hamdani. (Rls)






