Jangan Hanya Slogan, Junda Maulana: ASN Harus Jadi Contoh Birokrasi yang Disiplin dan Jujur

Polman, Jurnalsulbar.com — Sekertaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Junda Maulana meminta aparatur sipil negara (ASN) mengubah citra negatif yang selama ini berkembang di tengah masyarakat. Menurutnya, stigma ASN sebagai pegawai malas, koruptor, hingga bergaya hidup hedon harus dijawab dengan kerja nyata dan perubahan karakter.

Hal itu disampaikan Junda saat mengukuhkan dewan pengurus KORPRI Kabupaten Polewali Mandar yang diketuai Nursaid Mustafa di Aula Ruang Pola Kantor Bupati Polewali Mandar, Selasa 12 Mei 2026.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Junda Maulana menekankan bahwa pengurus KORPRI memiliki tanggung jawab memperkuat ideologi dan karakter ASN, sejalan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Panca Prasetya KORPRI.

“Kita berharap bahwa ASN ini bisa merubah image masyarakat kita secara luas,” ucap Junda Maulana.

Ia menilai, hingga kini masih banyak masyarakat yang memandang ASN sebagai profesi yang serba nyaman tanpa tuntutan kerja yang jelas. Pandangan itu, kata dia, menjadi tantangan besar yang harus diubah oleh para aparatur.

“Masuk atau tidak masuk kantor, tetap terima gaji, malas atau rajin tetap terima gaji. Itu image,” ungkapnya.

Junda mengakui, persepsi masyarakat terhadap ASN bukan hanya sebatas soal etos kerja. Tudingan lain seperti korupsi, rendahnya kualitas, hingga perilaku konsumtif juga kerap melekat pada pegawai pemerintahan.

“Ada juga image yang mengatakan bahwa ASN itu koruptor, ASN itu tidak berkualifikasi, ASN itu boros, hedon dan lain sebagainya itu image yang harus kita terima di tengah masyarakat,” sambungnya.

Menurut Junda Maulana, kondisi itu harus menjadi bahan introspeksi bagi seluruh ASN. Ia menegaskan, perubahan citra tidak cukup hanya melalui slogan, tetapi harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari dan pelayanan kepada masyarakat.

Ia mengingatkan bahwa ideologi KORPRI adalah Pancasila. Karena itu, setiap ASN harus mampu menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam tugas dan kehidupan sehari-hari.

“Bagaimana menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari utamanya kita sebagai ASN, image malas itu kita rubah. image koruptor kita jawab kalau kita tidak koruptor, image kita hedon, kita jawab bahwa kita tidak hedon,” katanya.

Junda menegaskan, masyarakat akan menilai ASN dari sikap dan kinerja yang ditunjukkan. Karena itu, ia meminta seluruh anggota KORPRI di Polewali Mandar menjadi contoh birokrasi yang disiplin, jujur, dan melayani.

Dengan pengukuhan pengurus baru KORPRI, ia berharap organisasi itu dapat menjadi penggerak perubahan budaya kerja ASN di daerah. Menurutnya, KORPRI tidak hanya menjadi wadah organisasi pegawai, tetapi juga motor penguatan integritas aparatur. (Rls)

Pos terkait